Tugas 1 Rekayasa Transportasi

1. Jelaskan yang dimaksud dengan “JALAN”

2. Jelaskan klasifikasi terminal, stasiun, dan bandara

3. Apa yang membedakan golongan kendaraan

4. Gambarkan badan jalan

5. Gambarkanlah hubungan sistem transportasi Makro

6 pemikiran pada “Tugas 1 Rekayasa Transportasi

  1. no.1 Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan,
    termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan
    bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, diatas permukaan tanah,
    dibawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali
    jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel; (menurut Undang-Undang Republik
    Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan).

    no.2 Klasifikasi Terminal :
    – Terminal penumpang tipe A sebagaimana dimaksud melayani kendaraan
    umum untuk angkutan antar kota antar propinsi dan/atau angkutan
    lintas batas negara, angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota dan
    angkutan pedesaan.
    – Terminal penumpang tipe B berfungsi melayani kendaraan umum untuk
    angkutan antarkota dalam propinsi, angkutan kota dan/atau angkutan
    pedesaan.
    – Terminal penumpang tipe C berfungsi melayani kendaraan umum untuk
    angkutan pedesaan.

    Klasifikasi Stasiun :
    – Stasiun penumpang merupakan stasiun kereta api untuk keperluan naik
    turun penumpang.
    – Stasiun barang merupakan stasiun kereta api untuk keperluan bongkar muat
    barang.
    – Stasiun operasi merupakan stasiun kereta api untuk keperluan
    pengoperasian kereta api.

    no.3 ƒ- golongan I meliputi kendaraan penumpang,
    ƒ – golongan II A sejenis bus besar
    ƒ – golongan II B meliputi jenis truk besar.

    no.4 http://aryapersada.com/wp-content/uploads/2009/08/Tipikal-drainase-jalan.jpg

    no.5 http://stud5.files.wordpress.com/2012/06/skema-sistem-transportasi-makro.jpg

  2. NAMA : AHMAD MUJAHID MADAUL
    NIM : 13012010

    1. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.
    2. KLASIFIKASI TERMINAL

    Berdasarkan, Juknis LLAJ, 1995, Terminal dibedakan berdasarkan jenis angkutan, menjadi:

    Terminal Penumpang, adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan menaikkan dan menurunkan penumpang, perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi serta pengaturan kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum.
    Terminal Barang, adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan membongkar dan memuat barang serta perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi.

    KETENTUAN MENGENAI TERMINAL ANGKUTAN PENUMPANG

    Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No 31/1995, Terminal penumpang berdasarkan fungsi pelayanannya dibagi menjadi:

    Terminal Penumpang Tipe A, berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota dan angkutan pedesaan.
    Terminal Penumpang Tipe B, berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota dan/atau angkutan pedesaan.
    Terminal Penumpang Tipe C, berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan pedesaan.

    Persyaratan Lokasi terminal

    Penentuan lokasi terminal penumpang harus memperhatikan:

    rencana kebutuhan lokasi simpul yang merupakan bagian dari rencana umum jaringan transportasi jalan.
    rencana umum tata ruang
    kepadatan lalu lintas dan kapasitas jalan di sekitar terminal
    keterpaduan moda transportasi baik intra maupun antar moda.
    kondisi topografi, lokasi terminal.
    kelestarian lingkungan.
    KLASIFIKASI STASIUN
    Klasifikasi yg masih berlaku :
    Stasiun Kelas Besar dibagi type A B dan C (mis : Gambir Jakartakota Pasarsenen : Besar type A, Tanahabang Cirebon : Besar type B, Cikampek Jatibarang : Besar type C)
    Stasiun Kelas 1 (banyak) Stasiun Kelas 2 (banyak) Stasiun Kelas 3 (banyak) ….
    semakin tinggi kelas stasiun …. artinya semakin rendah rangkingnya atw akitvitasnya ….
    (kalo sekolah semakin tinggi kelas …. semakin go-blog … )

    Rencananya sesuai UU 23 -2007 :
    Kelas A – Stasiun Besar (yg sekarang sebagai stasiun Besar)
    Kelas B – Stasiun Sedang (yg sekarang stasiun kelas 1)
    Kelas C – Stasiun Kecil (yg sekarang stasiun kelas 2 dan 3)
    KLASIFIKASI BANDARA

    5
    KLASIFIKASI BANDAR UDARA
    Sesuai dengan Keputusan Menteri perhubungan No. 44 Tahun 2002 tentangTatanan Kebandarudaraan Nasional, pengklasifikasian Bandar udara dibagi dalam 3 (tiga)kelompok yaitu kelompok A, B dan C, pembagian klasifikasi menjadi tiga kelompok didasaidari ; Jenis Pengendalian Ruang udara disekitar Bandara, Fasilitas Bandar Udara danKegiatan Operasi Bandar Udara

  3. NAMA : GILANG GUMILAR DWI SAPUTRA
    NIM : 13012006

    1. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.
    2. KLASIFIKASI TERMINAL

    Berdasarkan, Juknis LLAJ, 1995, Terminal dibedakan berdasarkan jenis angkutan, menjadi:

    Terminal Penumpang, adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan menaikkan dan menurunkan penumpang, perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi serta pengaturan kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum.
    Terminal Barang, adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan membongkar dan memuat barang serta perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi.

    KETENTUAN MENGENAI TERMINAL ANGKUTAN PENUMPANG

    Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No 31/1995, Terminal penumpang berdasarkan fungsi pelayanannya dibagi menjadi:

    Terminal Penumpang Tipe A, berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota dan angkutan pedesaan.
    Terminal Penumpang Tipe B, berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota dan/atau angkutan pedesaan.
    Terminal Penumpang Tipe C, berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan pedesaan.

    Persyaratan Lokasi terminal

    Penentuan lokasi terminal penumpang harus memperhatikan:

    rencana kebutuhan lokasi simpul yang merupakan bagian dari rencana umum jaringan transportasi jalan.
    rencana umum tata ruang
    kepadatan lalu lintas dan kapasitas jalan di sekitar terminal
    keterpaduan moda transportasi baik intra maupun antar moda.
    kondisi topografi, lokasi terminal.
    kelestarian lingkungan.
    KLASIFIKASI STASIUN
    Klasifikasi yg masih berlaku :
    Stasiun Kelas Besar dibagi type A B dan C (mis : Gambir Jakartakota Pasarsenen : Besar type A, Tanahabang Cirebon : Besar type B, Cikampek Jatibarang : Besar type C)
    Stasiun Kelas 1 (banyak) Stasiun Kelas 2 (banyak) Stasiun Kelas 3 (banyak) ….
    semakin tinggi kelas stasiun …. artinya semakin rendah rangkingnya atw akitvitasnya ….
    (kalo sekolah semakin tinggi kelas …. semakin go-blog … )

    Rencananya sesuai UU 23 -2007 :
    Kelas A – Stasiun Besar (yg sekarang sebagai stasiun Besar)
    Kelas B – Stasiun Sedang (yg sekarang stasiun kelas 1)
    Kelas C – Stasiun Kecil (yg sekarang stasiun kelas 2 dan 3)
    KLASIFIKASI BANDARA

    5
    KLASIFIKASI BANDAR UDARA
    Sesuai dengan Keputusan Menteri perhubungan No. 44 Tahun 2002 tentangTatanan Kebandarudaraan Nasional, pengklasifikasian Bandar udara dibagi dalam 3 (tiga)kelompok yaitu kelompok A, B dan C, pembagian klasifikasi menjadi tiga kelompok didasaidari ; Jenis Pengendalian Ruang udara disekitar Bandara, Fasilitas Bandar Udara danKegiatan Operasi Bandar Udara

  4. NAMA : RANDI HIDAYAT
    NIM : 13012005

    1. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.
    2. KLASIFIKASI TERMINAL

    Berdasarkan, Juknis LLAJ, 1995, Terminal dibedakan berdasarkan jenis angkutan, menjadi:

    Terminal Penumpang, adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan menaikkan dan menurunkan penumpang, perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi serta pengaturan kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum.
    Terminal Barang, adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan membongkar dan memuat barang serta perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi.

    KETENTUAN MENGENAI TERMINAL ANGKUTAN PENUMPANG

    Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No 31/1995, Terminal penumpang berdasarkan fungsi pelayanannya dibagi menjadi:

    Terminal Penumpang Tipe A, berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota dan angkutan pedesaan.
    Terminal Penumpang Tipe B, berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota dan/atau angkutan pedesaan.
    Terminal Penumpang Tipe C, berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan pedesaan.

    Persyaratan Lokasi terminal

    Penentuan lokasi terminal penumpang harus memperhatikan:

    rencana kebutuhan lokasi simpul yang merupakan bagian dari rencana umum jaringan transportasi jalan.
    rencana umum tata ruang
    kepadatan lalu lintas dan kapasitas jalan di sekitar terminal
    keterpaduan moda transportasi baik intra maupun antar moda.
    kondisi topografi, lokasi terminal.
    kelestarian lingkungan.
    KLASIFIKASI STASIUN
    Klasifikasi yg masih berlaku :
    Stasiun Kelas Besar dibagi type A B dan C (mis : Gambir Jakartakota Pasarsenen : Besar type A, Tanahabang Cirebon : Besar type B, Cikampek Jatibarang : Besar type C)
    Stasiun Kelas 1 (banyak) Stasiun Kelas 2 (banyak) Stasiun Kelas 3 (banyak) ….
    semakin tinggi kelas stasiun …. artinya semakin rendah rangkingnya atw akitvitasnya ….
    (kalo sekolah semakin tinggi kelas …. semakin go-blog … )

    Rencananya sesuai UU 23 -2007 :
    Kelas A – Stasiun Besar (yg sekarang sebagai stasiun Besar)
    Kelas B – Stasiun Sedang (yg sekarang stasiun kelas 1)
    Kelas C – Stasiun Kecil (yg sekarang stasiun kelas 2 dan 3)
    KLASIFIKASI BANDARA

    5
    KLASIFIKASI BANDAR UDARA
    Sesuai dengan Keputusan Menteri perhubungan No. 44 Tahun 2002 tentangTatanan Kebandarudaraan Nasional, pengklasifikasian Bandar udara dibagi dalam 3 (tiga)kelompok yaitu kelompok A, B dan C, pembagian klasifikasi menjadi tiga kelompok didasaidari ; Jenis Pengendalian Ruang udara disekitar Bandara, Fasilitas Bandar Udara danKegiatan Operasi Bandar Udara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s